Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
18 January 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Presiden Minta Calon Kepala Daerah Tidak Melakukan Politik Uang

Presiden Minta Calon Kepala Daerah Tidak Melakukan Politik Uang

Abdul Manan17 February 2005
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
Kamis, 17 Pebruari 2005 | 20:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar calon yang akan ikut dalam pemilihan kepala daerah tidak menggunakan politik uang. Ini disampaikan presiden saat membuka rapat kerja gubernur seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (17/2). Rapat ini diikut sekitar 300 pejabat yang terdiri dari gubernur, bupati/walikota, ketua DPRD, Kapolda, dan ketua KPU Daerah.

Agenda rapat adalah untuk mempersiapkan aspek teknis dan administrasi pemilihan kepala daerah. Menurut rencana, pada Juni 2005, akan ada pemilihan 181 kepala daerah secara langsung. Untuk Juli sampai Desember 2005 ada 45 pemilihan kepada daerah. Rinciannya 11 provinsi yang akan melakukan pemilihan gubernur adalah Nanggroe Aceh Darussalam, Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Papua, dan Irian Jaya Barat.

“Kepada calon maupun bakal calon, saya minta agar tidak terlibat dalam politik uang. Kita bertekad untuk menghapus pratek KKN. Karena itu jangan ulangi praktek-praktek demikian pada pilkada,” ujar presiden. Untuk itu, Presiden meminta Kapolri, Jaksa Agung, dan Komisi Pemilihan Umum untuk melakukan pengawasan. Presiden juga mengharapkan kerja sama Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menjalankan kewenangannya mengawasi tanpa perlu menunggu
terjadi pelanggaran. “Saya sampaikan penghargaan yang tinggi kepada mereka yang mampu mencegah. Jangan menunggu sampai terjadi,” kata Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengingatkan kepada calon agar siap menang dan siap kalah saat maju dalam pemilihan. “Kita biasanya siap untuk menang dan sering tidak siap untuk kalah. Demokrasi yang makin matang, kita harus siap kedua-duanya,” ujarnya. Dia merujuk pada kekalahannya sebagai calon wakil presiden dalam pemilihan tahun 2001. Pada waktu itu, sehari setelah dinyatakan kalah, Yudhoyono langsung menggelar konferensi pers. “Kalau saya mencari kambing hitam, banyak alasan. Tapi untuk apa?,” kata Presiden. Saat itu, Yudhoyono menyatakan sikap bahwa pihaknya menghormati hasil pemilihan dan menyatakan minta maaf pada pendukungnya atas kekalahannya tersebut.

Kepada pelaksana pemilihan kepala daerah, Presiden minta agar sosialisasi pemilihan ini disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Presiden memuji sosialisasi yang dilakukan KPU pada pemilu 2004 yang dinilainya cukup gamblang karena menggunakan gambar-gambar yang jelas dan bahasa yang pendek-pendek. “Jangan terlalu ilmiah. Karena bisa salah tafsir,” ujarnya.

Menteri Dalam Negeri M Ma’ruf dalam jumpa pers menyatakan pihaknya juga menenkakan agar calon kepala daerah benar-benar menghindari politik uang. “Kita himbau para calon kepala daerah untuk menghindari politik uang,” ujarnya. Jika ada calon yang melakukannya, akan diproses secara hukum. Rencananya, Depdagri akan membuat desk hukum dimasing-masing daerah yang melakukan pemilihan. Desk yang beranggotakan kepolisian, kejaksaan dan KPU Daerah ini akan menampung laporan pelanggaran pemilihan kepala daerah. Desk juga bertugas melakukan evaluasi dan penilaian atas pelanggaran yang dilakukan calon untuk diselesaikan secara hukum.

Abdul Manan-Tempo

Politics
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Inconsistent Law Enforcers

16 January 2006

KPU Under Fire

27 June 2005

An Excessive Sentence?

13 June 2005

Taking Offense

24 May 2005

Removing a Stumbling Block

9 May 2005

An Icon from Calang

2 May 2005
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.