Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
16 July 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Memburuknya Hubungan Pakistan-AS

Memburuknya Hubungan Pakistan-AS

Abdul Manan3 June 2012
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kepala Dinas Mata-mata Pakistan, Letnan Jenderal Zaheer ul Islam, menunda perjalanannya ke Amerika Serikat. Penundaan ini menandai kian buruknya hubungan dua sekutu yang seharusnya kompak dalam perang melawan kelompok Islam garis keras.

Zaheer adalah Direktur Jenderal Dinas Intelijen Pakistan, Inter-Services Intelligence (ISI). Ia menggantikan Letnan Jenderal Ahmad Shuja Pasha Maret 2012 lalu.

Memburuknya dua sekutu ini dipicu oleh sejumlah peristiwa. Di antaranya, kasus serangan udara NATO di dekat perbatasan Pakistan dan Afghanistan pada 26 November 2011 yang menewaskan 24 tentara Pakistan.

Sebagai balasan setidaknya atas dua peristiwa itu, Pakistan meminta Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya minta maaf atas serangan udara itu. Pakistan juga menutup wilayahnya yang selama ini dipakai sebagai jalan konvoi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk mengirim suplai kepada tentaranya di Afganistan.

Amerika Serikat memberi isyarat tak akan meminta maaf atas peristiwa itu. Juga tak mau membayar £3300 seperti diminta Pakistan untuk setiap truk pasokan NATO yang menggunakan jalan yang berada di teritori Pakistan untuk menuju Afganistan tersebut.

Bukannya tak ada upaya untuk meredakan ketegangan ini. Pakistan juga diundang dalam pertemuan NATO yang diselenggarakan di Chicago, Amerika Serikat, akhir Mei lalu. Namun, belum ada titik temu yang memuaskan dari pertemuan itu soal penutupan perbatasan Pakistan-Afganistan untuk suplai logistik pasokan NATO.

Penyebab lain dari ketegangan dua sekutu itu adalah serangan pasukan khusus Amerika Serikat ke Abbottabad yang menewaskan pemimpin Al Qaidah, Usamah bin Ladin pada 2 Mei 2011.

Ketegangan kian runcing setelah Islamabad menghukum dokter Shakeel Afridi dengan pidana penjara 33 tahun atas perannya membantu Amerika Serikat menemukan bin Ladin di kota Abbottabad. Meski sejumlah dokumen menyebut bahwa hukuman terhadap Afridi lebih karena terkait dukungannya terhadap kelompok Islam radikal, keputusan itu dikecam para pejabat di Washington.

Kerjasama intelijen antara ISI dan Dinas Intelijen AS, CIA, memang akan terus berlanjut, namun penundaan kunjungan Zaheer ke markas CIA di Langley itu dipandang publik sebagai aksi balasan Islamabad atas kritik Washington terhadap Pakistan selama ini.

Dalam pesan teks singkat yang dikirim kepada wartawan, militer Pakistan mengatakan bahwa penundaan kunjungan Zaheer karena situasi di tanah air. “Tidak ada alasan lain dari penundaan kunjungan itu,” kata sang juru bicara.

Dua tahun lalu, ISI melakukan hal serupa ketika Perdana Menteri Inggris David Cameron menyebut bahwa Pakistan menerapkan kebijakan ganda dalam menangani terorisme. Menjawab kritik itu, ISI membatalkan perjalanan yang sudah direncanakannya, ke London.

Abdul Manan

Central Intelligence Agency (CIA) Inter-Services Intelligence (ISI) Pakistan Pakistan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Buron dari Punjab

11 August 2019

Jeanne, Agen Perempuan CIA Penangkap Mata-mata

30 April 2019

Di Balik ‘Perang Terbuka’ CIA dan Komite Intelijen Senat AS

27 April 2019

Dokumen Rahasia Tak Lengkap JFK

6 November 2017

Nama Aidit di Telegram Amerika

23 October 2017

Potret Lain Hemingway

7 August 2017
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.