Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
2 June 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Antara Dita, PRD, dan Mega

Antara Dita, PRD, dan Mega

Abdul Manan27 April 1997
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
SEHARI setelah Iko membacakan pledoinya, dua rekannya divonis di Surabaya. Dita Indah Sari akhirnya dihukum enam tahun dan Coen Husein Pontoh dihukum empat tahun. Masing-masing dua tahun lebih ringan daripada tuntutan.

Menurut hakim, Dita yang Ketua Pusat Perjuangan Buruh Indonesia dan Pontoh yang Ketua Serikat Tani Nasional telah memutarbalikkan fakta dan merongrong ideologi Pancasila dan haluan negara (Pasal 1 UU No.11/PNPS/1963 atau biasa dikenal dengan UU Antisubversi). Pentolan dua organisasi di bawah payung PRD itu langsung banding. Jaksa Septinus Aritonang tampak santai. “Saya cukup puas. Biarpun di bawah tuntutan, kan masih tiga perempatnya,” katanya.

“Dosa” keduanya adalah menggalang demonstrasi empat ribu buruh di Surabaya. Mereka ditangkap pada Maret 1996, sekitar lima bulan sebelum PRD didirikan, 22 Juli. Tapi, setelah PRD digebuk karena dianggap bertanggung jawab dalam Kerusuhan 27 Juli, dalam persidangan, kegiatan Dita dan Pontoh dikaitkan dengan seluruh program PRD. Karena itu, pengacara mereka, Adnan Buyung Nasution, menganggap “keputusan itu mengada-ada”.

Boleh saja Buyung kecewa terhadap anggapan tentang hubungan Dita, Pontoh, PRD, dan 27 Juli. Di pihak lain, anggapan itu justru mengakrabkan suporter dua sidang politik yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya hari itu, 22 April. Selain persidangan Dita dan Pontoh, tim majelis lain juga sedang mengadili gugatan PDI kubu Megawati terhadap kubu banteng Soerjadi. Dua sidang itu ibarat asam dan garam bertemu dalam cobek. Pengunjung tumpah-ruah dan saling dukung.

Sidang diwarnai beberapa atraksi. Sebelum mulai, pendukung Dita dan Pontoh, yang mengenakan atribut sama dengan pendukung di Jakarta, mengalungi mereka dengan rangkaian bunga. Lantas, Dita meminta izin memberi kalungan bunga lain kepada tim hakim. Majelis hakim yang diketuai Amrin Boer ternyata tidak menolak. Dita yang mengenakan baju putih juga sempat meneriakan yel-yel khas pendukung Mega: “Mega pasti menang!”

Ketika sidang usai, sesaat sebelum dilarikan dengan mobil tahanan, Pontoh berseru, “Hidup demokrasi! Hidup rakyat! Hidup Megawati!” Teriakan itu langsung disambut. Seorang pemuda juga berseru, “Hidup Megawati! Hidup Pancasila!” Tapi, saat itu juga anak muda itu dipukul oleh seseorang. Keributan pun terjadi, berbuntut penangkapan tiga pendukung Megawati yang akhirnya dilepaskan. Salah seorang pendukung Mega berkomentar, “Aneh! Yang dipukul justru yang ditangkap. Yang memukul tidak diapa-apakan.” Barangkali dia lupa bahwa itu bukanlah yang pertama kalinya kalau yang menjadi korban malah ditangkap. Pemicu yang mengakibatkan persidangan politik setahun ini adalah penyerbuan banteng kubu Soerjadi terhadap PDI Megawati. Hasilnya…?

Laporan Abdul Manan dan Zed Abidin (Surabaya)

D&R, Edisi 970426-036/Hal. 26 Rubrik Peristiwa & Analisa

Politics
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Inconsistent Law Enforcers

16 January 2006

KPU Under Fire

27 June 2005

An Excessive Sentence?

13 June 2005

Taking Offense

24 May 2005

Removing a Stumbling Block

9 May 2005

An Icon from Calang

2 May 2005
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.