Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
21 April 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Rusia Tempatkan Rudal di Perbatasan Negara NATO

Rusia Tempatkan Rudal di Perbatasan Negara NATO

Abdul Manan17 December 2013
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Rusia telah menempatkan rudal Iskander yang memilki jangkauan ratusan kilometer di wilayah baratnya, Kaliningrad, yang berbatasan dengan dua negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Polandia dan Lithuania. Soal ini dimuat surat kabar pro-Kremlin, Izvestia, Senin 16 Desember 2013.

Rudal-rudal itu telah berada di tempat itu “untuk beberapa waktu,” kata sumber Izvestia di Kementerian Pertahanan yang tidak mau disebutkan identitasnya. Sumber militer lainnya mengatakan, rudal itu dikerahkan ke sana sekitar 18 bulan yang lalu.

Laporan Izvestia mengikuti sebuah berita di surat kabar Jerman Bild, Sabtu 14 Desember 2013 yang mengatakan bahwa citra satelit rahasia menunjukkan rudal Iskander-M telah ditempatkan di dekat perbatasan Polandia.

Laporan ini menjadi alarm bagi Polandia dan negara-negara Baltik, yang waspada terhadap gerakan-gerakan militer Rusia setelah puluhan tahun mendominasi kawasan ini. Alarm mereka diperburuk oleh ketegangan antara Rusia dan Barat atas Ukraina saat ini.

“Kami telah mengikuti peristiwa ini untuk beberapa waktu, dan ini bukan kejutan bagi kami, ” Artis Pabriks, Menteri Pertahanan Latvia, kepada Reuters.

Namun dia menambahkan: “Ini menciptakan ketegangan politik yang tidak perlu dan menimbulkan kecurigaan dan mengurangi saling percaya, karena kita tidak melihat alasan mengapa Rusia akan membutuhkan senjata seperti itu di sini. Saya kira itu hanya untuk menunjukkan siapa bos di wilayah tersebut.”

Rusia mengatakan pada tahun 2011 bahwa mereka mungkin menempatkan rudal Iskanders di Kaliningrad, di wilayah barat negaranya, sebagai bagian dari respons Moskow terhadap perisai anti-rudal yang dibangun Amerika Serikat di Eropa dengan bantuan dari negara-negara NATO.

Kementerian Luar Negeri Polandia mengatakan telah menerima informasi resmi dari Rusia soal ini. Ia menyebut berita itu “mengkhawatirkan “. Polandia akan berkonsultasi tentang masalah ini di antara mitra negara NATO dan Uni Eropa.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengatakan kepada kantor berita Rusia, Senin 16 Desember 2013, bahwa Iskanders telah dikerahkan di Rusia barat, tetapi tidak menyebutkan di mana. Konashenkov mengatakan penempatan itu tidak melanggar perjanjian internasional.

Rusia sebelumnya mengatakan bahwa ia khawatir perisai rudal AS di Eropa Barat dimaksudkan untuk melemahkan keamanan Rusia dan mengacaukan keseimbangan strategis pasca-Perang Dingin. Upaya untuk mengubah tahun-tahun konfrontasi menjadi kerjasama, telah gagal.

“Kami khawatir tentang militerisasi wilayah Kaliningrad dan modernisasi persenjataannya,” kata Juozas Olekas, Menteri Pertahanan Lithuania. “Kami telah berulang kali mengangkat isu ini dalam berbagai forum multilateral.”

Selain mengancam menempatkan rudal Iskanders di Kaliningrad, Dmitry Medvedev (dulu presiden, kini perdana menteri) mengatakan pada tahun 2011 bahwa Rusia bisa menempatkan senjata di bagian barat negaranya yang bisa menghancurkan komponen perisai anti-rudal.

Instalasi pencegat rudal yang akan dikerahkan di Polandia pada tahun 2018 sebagai bagian dari perisai rudal AS di Eropa, yang akan selesai setelah 2020. Amerika Serikat mengatakan, perisai rudal itu dimaksudkan untuk melindungi ancaman potensial dari Timur Tengah.

Iskander-M memiliki jangkauan sekitar 400 km, yang berarti rudal yang berbasis di Kaliningrad bisa mencapai jauh ke Polandia, Lithuania atau Latvia.

“Saat ini saya tidak bisa membayangkan Rusia menembak ke negara NATO … Jika upgrade rudal ini telah terjadi, itu hanya aksi pamer,  dan dimaksudkan untuk menakut-nakuti,” kata seorang pejabat senior Lithuania.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah dikutip media dan mengatakan bahwa perisai rudal AS di Eropa sebagai salah satu alasan Rusia harus mempertahankan militernya yang kuat dan berjanji untuk menghabiskan sekitar US$ 700 miliar pada tahun 2020 untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya.

Reuters | Abdul Manan 

TEMPO.CO | SELASA, 17 DESEMBER 2013 | 22:33 WIB

Amerika Serikat Rudal Rusia Uni Eropa
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025

Havana Syndrome Operasi Unit 29155 GRU Rusia?

3 April 2024

Gempa Seusai Corona

1 March 2020

Bibit-bibit Perpecahan di Bosnia

21 October 2019

Gadis Demonstran dari Voskresensk

8 September 2019
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.