Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
21 April 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Google: Permintaan Penghapusan Konten Naik Tajam

Google: Permintaan Penghapusan Konten Naik Tajam

Abdul Manan20 December 2013
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Washington – Google mengungkapkan adanya kenaikan tajam dalam permintaan pemerintah agar konten politik dihapus dari laman. Hal ini diungkapkan Google dalam laporan transparansi terbaru yang diterbitkan Kamis, 19 Desember 2013.

Dari Januari sampai Juni tahun ini, raksasa pencarian itu menerima 3.846 permintaan pemerintah untuk menghapus konten dari layanannya. Jumlah ini meningkat 68 persen dari paruh kedua tahun 2012.

“Selama empat tahun terakhir, salah satu tren yang mengkhawatirkan tetap konsisten: pemerintah terus meminta kami untuk menghapus konten politik,” kata Susan Infantino, Direktur Hukum Google, dalam situs blog post.

“Para pejabat sering mengutip soal pencemaran nama, privasi, dan bahkan hak cipta dalam upaya untuk menghapus pidato politik dari layanan kami,” ujarnya.

Google melaporkan adanya peningkatan besar dalam permintaan dari Turki. Pejabat di negara itu mengajukan 1.673 permintaan (meningkat hampir sepuluh kali lipat dibanding paruh kedua tahun lalu) untuk menghapus sebuah konten. Sekitar dua per tiga dari total permintaannya, menyerukan penghapusan konten yang terkait dengan dugaan pelanggaran hukum Internet 5651, yang menyensor pidato online.

Di Rusia, Google melaporkan kenaikan permintaan setelah dikenalkannya hukum daftar hitam tahun lalu. Hukum itu bertujuan untuk menindak keras situs kriminal, pedofilia, dan promosi bunuh diri. Tapi kritikus pemerintah menyebut itu sebagai tameng untuk menyensor pidato politik online. Google menerima 257 permintaan penghapusan selama periode pelaporan ini, lebih dari dua kali lipat jumlah permintaan yang diterima pada 2012 .

Di AS, Google dan sesama perusahaan teknologi berjuang untuk diizinkan mengungkapkan seberapa sering mereka menerima tuntutan hukum untuk informasi dari intelijen sinyal negara ini, National Security Agency (NSA). Permintaan tersebut dilakukan melalui pengadilan Foreign Intelligence Surveillance Act (Fisa), dan perusahaan dilarang untuk mengungkapkan soal ini.

Pada Rabu, 18 Desember 2013, tim panel kajian bentukan Presiden, yang menelisik NSA pasca-pengungkapan oleh whistleblower Edward Snowden, menyarankan agar perusahaan teknologi diizinkan mengungkapkan permintaan yang dilakukan melalui mekanisme Fisa.

“Sementara informasi yang kami sajikan dalam laporan transparansi kami tentu bukan pandangan yang komprehensif soal sensor online. Hal ini menunjukkan tren mengkhawatirkan dalam jumlah permintaan pemerintah, dan menggarisbawahi pentingnya transparansi di sekitar proses yang mengatur permintaan tersebut. Saat kami terus menambahkan data, kami berharap ini akan menjadi semakin berguna dan informatif bagi debat politik dan pembuatan kebijakan di seluruh dunia,” kata Infantino.

Di AS, Google menerima 545 permintaan penghapusan 3.887 item. Di antaranya adalah salah satu permintaan dari seorang pejabat penegak hukum setempat untuk menghapus hasil pencarian yang menghubungkan sebuah artikel berita kepada rekam jejaknya sebagai seorang pejabat. Google tidak menghapus hasil pencarian itu.

Di Inggris, Google menerima 117 permintaan untuk penghapusan 556 item. Salah satu permintaan datang dari sebuah firma hukum yang mewakili mantan anggota parlemen untuk menghapus preview dari Google, yang diduga mencemarkan nama baik anggota parlemen. Preview itu telah dihapus. Permintaan serupa juga datang dari dewan pemerintah daerah untuk menghapus blog post yang diduga memfitnahnya. Google tidak mengabulkan permintaan tersebut.

Dari Januari sampai Juni 2013, inilah negara-negara yang mengajukan permintaan paling banyak untuk menghapus konten:

Turki (mengajukan 1.673 permintaan untuk menghapus 12.162 item)
Amerika Serikat (545 permintaan untuk 3.887 item)
Brasil (321 permintaan untuk 1.635 item)
Rusia (257 permintaan untuk 277 item)
India (163 permintaan untuk 714 item)

Guardian | Abdul Manan

TEMPO.CO | JUM’AT, 20 DESEMBER 2013 | 21:31 WIB

Amerika Serikat Google National Security Agency (NSA)
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Havana Syndrome Operasi Unit 29155 GRU Rusia?

3 April 2024

Ambisi Sang Putri Saudi

29 July 2019

Geliat Haiphong di Tengah Perang

7 July 2019

Bahri Tak Mampir di Le Havre

3 June 2019

Jeanne, Agen Perempuan CIA Penangkap Mata-mata

30 April 2019
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.