Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
21 April 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Korespondensi Pribadi Thatcher dan Eks Agen KGB Dibuka

Korespondensi Pribadi Thatcher dan Eks Agen KGB Dibuka

Abdul Manan6 January 2015
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Arsip Nasional Inggris beberapa minggu lalu merilis bagian dari korespondensi pribadi antara Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher dengan Oleg Gordievsky, salah satu mata-mata penting Soviet di era Perang Dingin yang membelot ke Inggris. Dalam suratnya itu, Gordievsky meminta bantuan Sang Perempuan Besi untuk membantu agar ia bisa dipertemukan dengan keluarganya yang masih di Uni Sovyet –kini Rusia.

Gordievsky mulai menjadi agen badan intelijen Uni Sovyet, KGB, tahun 1963. Dia bergabung dengan Direktorat Kedua KGB, yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan kegiatan orang Sovyet yang menjadi ‘ilegal’, yaitu petugas intelijen yang beroperasi di luar negeri tanpa perlindungan diplomatik.

Menurut Ian Allen di intelNews.org 2 Januari 2015, pembelotan Gordievsky dipicu oleh kekecewaannya terhadap sistem Soviet tahun 1968 ketika pasukan Pakta Warsawa menyerbu Cekoslowakia. Pada tahun 1974, saat ia ditempatkan di ibukota Denmark, Kopenhagen, ia lantas melakukan kontak dengan badan intelijen Inggris dan memulai karirnya sebagai agen ganda untuk Inggris.

Hanya saja, pada 17 Mei 1985, tak lama sebelum ia mengisi jabatan barunya sebagai kepala stasiun KGB di kedutaan Soviet di London, ia dipanggil ke Moskow oleh induk organisasinya. KGB sepertinya semakin curiga terhadap tindak tanduk agennya ini.

Setibanya di Moskow, Gordievsky diinterogasi secara agresif namun berhasil melewatinya. Ia lantas melakukan kontak dengan intelijen Inggris yang akhirnya kemudian menyelundupkannya keluar dari Rusia melalui Finlandia, dengan cara dimasukkan ke dalam bagasi kendaraan diplomatik Inggris.

Pembelotan Gordievsky diumumkan beberapa hari kemudian oleh Margaret Thatcher, yang secara personal memberi persetujuan atas upaya untuk mengeluarkan eks agen KGB itu keluar dari Uni Soviet.

Dalam file yang dirilis beberapa minggu lalu oleh Arsip Nasional Inggris menunjukkan bahwa Tatcher memberi perhatian secara personal atas kesejahteraan Gordievsky menyusul pembelotannya ke Inggris.

Gordievsky bahkan menulis surat secara pribadi kepada Tatcher untuk melakukan intervensi dan membantunya agar dia bersatu kembali dengan istrinya, Leila, dan dua anak perempuannya, yang saat itu tetap tinggal di Uni Soviet.

Dalam suratnya, yang ditulis pada tahun 1985, Gordievsky kepada Thatcher mengatakan bahwa hidupnya “tidak ada artinya” kecuali ia bisa untuk bersama lagi dengan keluarganya. Pada 7 September 1985, Perdana Menteri Inggris menjawab surat itu dan mendesak dia untuk tidak menyerah. “Tolong jangan katakan bahwa hidup tidak ada artinya lagi,” tulisnya. “Selalu ada harapan. Dan kami akan melakukan semua hal untuk membantu Anda melalui hari-hari sulit ini”.

Tatcher menambahkan bahwa keduanya harus bertemu sekali saja jika “situasi mendesak” di tengah perhatian media di seluruh dunia disebabkan oleh dikeluarkannya dari Uni Sovyet. Thatcher lantas berbicara secara terbuka kepada Moskow untuk memungkinkan keluarga Gordievsky untuk dibiarkan bersatu “atas dasar kemanusiaan”.

Harapan Gordievsky itu baru terlaksana tahun 1991, setelah komunisme Uni Soviet runtuh. Keluarga Gordievsky akhirnya bisa bergabung dengannya di Inggris.

http://indonesiana.tempo.co/read/28791/2015/01/06/a_manan/korespondensi-pribadi-thatcher-dan-eks-agen-kgb-dibuka

Inggris KGB Margaret Tatcher spionase
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Novel Doctor Zhivago dan Propaganda CIA

3 April 2019

‘Perangkap Seks’ Mossad Itu Bernama Cindy

1 April 2019

Pasal Spionase untuk Sang Dokter

16 April 2018

Setelah Makan Siang di Zizi

19 March 2018

Stephen Hawking Pimpin Proyek Pencarian Alien

21 July 2015

DKK PBB Secara Bulat Setuju Sanksi Iran Dicabut

20 July 2015
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.