Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
19 April 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Intel AS Cegah Pembangunan Stasiun GLONASS Rusia

Intel AS Cegah Pembangunan Stasiun GLONASS Rusia

Abdul Manan18 November 2013
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Moskow – Komunitas intelijen dan militer mendesak Departemen Luar Negeri Amerika Serikat untuk tidak memberi izin pembangunan stasiun monitoring untuk sistem navigasi GLONASS Rusia di wilayah Amerika. Sejumlah media melaporkan, intelijen AS khawatir fasilitas itu juga akan digunakan sebagai alat untuk memata-matai.

Moskow mengirim permintaan untuk membangun stasiun monitor untuk GLONASS, sistem satelit Rusia mirip dengan Global Positioning System (GPS), di wilayah AS, pada Mei 2012.

Gedung Putih sedang mempertimbangkan proposal tersebut. Sejumlah pertemuan antara otoritas Rusia dan Amerika telah terjadi , tapi sejauh ini badan keamanan AS dan militer belum sepakat tentang bagaimana bereaksi terhadap permintaan Moskow itu.

Central Intelligence Agency (CIA) dan Pentagon menduga bahwa stasiun tersebut dapat digunakan untuk mengumpulkan data intelijen dan keperluan militer lainnya , seperti mengumpulkan koordinat yang tepat dari fasilitas rahasia di AS untuk membimbing presisi rudal Rusia, kata laporan New York Times.

“Dalam beberapa bulan terakhir, CIA dan Pentagon telah diam-diam melancarkan kampanye untuk menghentikan Departemen Luar Negeri memberikan izin Roscosmos … untuk membangun sekitar setengah lusin bangunan, yang diketahui sebagai sasiun pemantauan, di tanah Amerika Serikat, ” sebut laporan itu, mengutip pejabat AS yang bicara secara anonim.

Kekhawatirannya adalah bahwa stasiun itu mungkin membantu Moskow memata-matai AS serta meningkatkan ketepatan persenjataan Rusia.

Anggota parlemen Amerika tidak menyukai gagasan bekerja sama dengan pesaing langsung dari Global Positioning Sistem (GPS) nasional Amerika Serikat.

Pekan lalu Mike D. Rogers, sentor Republik surat ke Menteri Luar Negeri John Kerry, Menteri Pertahanan Chuck Hagel dan direktur intelijen nasional, James R. Clapper, meminta penilaian mereka atas proposal Rusia dari aspek keamanan nasional.

Terlepas dari AS dan Rusia, Cina dan Uni Eropa juga mengembangkan sistem satnav mereka sendiri, masing-masing Baidu dan Galileo .

“Mereka tidak ingin bergantung pada sistem Amerika dan percaya bahwa sistem mereka, seperti halnya GPS, akan menelurkan aplikasi industri lainnya, ” kata mantan pejabat senior di Kantor Ruang Angksa dan Teknologi Maju di Departemen Luar Negeri AS kepada New York Times. ” Mereka merasa seolah-olah kehilangan keunggulan teknologi kepada kami dalam pasar yang penting . Lihat yang GPS telah lakukan seperti terhadap telepon Anda dan pergerakan pesawat dan kapal. “

Gedung Putih sejauh ini menentang tuduhan komunitas intelijen AS terhadap Rusia dan melihat “Itu bukan sebagai ancaman, ” kata seorang pejabat pemerintah yang bicara secara anonim.

Pemerintahan Obama sedang berusaha untuk memperbaiki hubungan Rusia-Amerika, yang rusak dalam kasus Suriah dan adanya suaka kepada eks analis National Security Agency (NSA), Edward Snowden. Snowden membocorkan dokumen rahasia intelijen AS.

Pada Oktober 2012, Vitaly Davydov, mantan wakil badan antariksa Rusia Roskosmos, mengungkapkan bahwa Moskow harus mengerahkan delapan stasiun monitor di AS untuk mengoperasikan sistemnya dengan benar di Amerika Utara . Dia juga mengungkapkan bahwa 19 stasiun monitor Amerika, GPS, yang beroperasi di Rusia pada 2012.

Dalam laporan terbaru tentang GLONASS di AS, New York Times mengklaim bahwa tidak ada stasiun monitor GPS di Rusia.

Pengembangan sistem navigasi global GLONASS mulai di Uni Soviet , yang menempatkan satelit pertama dari sistem itu ke orbit pada 12 Oktober 1982. Sistem ini secara resmi bertugas pada 24 September 1993.

Meskipun sejumlah roket yang diluncurkannya rusak,  saat ini kelompok orbit GLONASS terdiri dari 27 satelit , dimana 24 memastikan navigasi global dan tiga sisanya baik dalam cadangan atau melakukan tes peralatan eksperimen.

Rusia telah menyebarkan sistem stasiun tambahan di luar negeri untuk beberapa waktu. Sejauh ini ada 14 stasiun monitor di Rusia, satu di Brasil dan satu di benua Antartika, di stasiun Bellingshausen Rusia .

Stasiun GLONASS lainnya diharapkan akan dibangun dalam waktu dekat: delapan di Rusia, dua di Brazil, satu di Australia, Kuba, Indonesia , Spanyol , Vietnam dan stasiun tambahan di Antartika.

Hal itu dikonfirmasi bahwa mulai 2014 seluruh ponsel dan perangkat genggam portabel dengan fungsi navigasi , baik yang diimpor atau diproduksi di Rusia, harus dilengkapi dengan GLONASS, atau GLONASS dan microchip GPS.

Hari ini GLONASS mendukung produk dari produsen terkemuka perangkat genggam dunia, seperti Samsung, Nokia, Apple, Motorola, dan lain-lain, bersamaan dengan GPS. Hal ini menjadi mungkin terutama karena produsen terkemuka microchip, seperti Qualcomm, sudah mulai memproduksi chipset yang bisa dipasangi GLONASS.

Pengenalan sistem positioning baru disambut baik oleh pelanggan di seluruh dunia, karena menggunakan GLONASS dan GPS meningkatkan ketepatan penentuan lokasi. Proyek EGNOS Eropa menyatukan sinyal dari kedua sistem dan memberikan presisi posisi antara 1,5 dan 3 meter di Eropa .

Dalam dekade berikutnya, GLONASS diharapkan untuk menggantikan satelit yang ada dengan platform generasi baru yang akan memungkinkan 0,1 meter posisi presisi di manapun di dunia, kecuali di daerah kutub planet.

Russia Today | Abdul Manan

TEMPO.CO | SENIN, 18 NOVEMBER 2013 | 22:58 WIB
Central Intelligence Agency (CIA) Global Positioning System (GPS) GLONASS Rusia Pentagon AS spionase
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Jeanne, Agen Perempuan CIA Penangkap Mata-mata

30 April 2019

Di Balik ‘Perang Terbuka’ CIA dan Komite Intelijen Senat AS

27 April 2019

Pasal Spionase untuk Sang Dokter

16 April 2018

Dokumen Rahasia Tak Lengkap JFK

6 November 2017

Nama Aidit di Telegram Amerika

23 October 2017

Potret Lain Hemingway

7 August 2017
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.