Tuesday, February 05, 2013

Bulgaria: Hizbullah di Balik Pengeboman di Burgas

Sofia - Menteri Dalam Negeri Bulgaria Tsvetan Tsvetanov mengatakan, dua orang yang punya hubungan dengan kelompok militan Hizbullah terlibat dalam bom mobil di dekat bandara Burgas, Bulgaria, yang menyebabkan lima turis Israel tewas Juli 2012 lalu.


Kesimpulan penyelidikan Bulgaria ini akan membuka jalan bagi Uni Eropa untuk bergabung dengan Amerika Serikat yang menetapkan Hizbullah sebagai organisasi teroris, setelah ada hubungan yang terang dalam sebuah serangan ke wilayah Uni Eropa.

"Tiga orang yang terlibat dalam serangan itu, dua di antaranya memiliki paspor asli Australia dan Kanada," kata Tsvetan Tsvetanov kepada wartawan, Selasa, 5 Februari 2013, setelah Dewan Keamanan Nasional Bulgaria membahas investigasi ini.

"Kami telah yakin bahwa kedua orang itu adalah anggota sayap militan Hizbullah," kata Tsvetanov. "Ada data yang menunjukkan hubungan pembiayaan antara Hizbullah dan dua tersangka."

Israel menyalahkan serangan di kota Laut Hitam -yang menewaskan lima turis Israel, sopir warga Bulgaria dan pengebomnya-- kepada Iran dan Hizbullah.

Pemerintah Iran membantah tudingan Israel dan balik mengatakan bahwa Yerussalem yang merencanakan dan melakukan leadakan itu. Hizbullah belum secara terbuka menanggapi tuduhan Israel itu.

Belanda mengatakan Agustus lalu bahwa Uni Eropa harus mengikuti jejak Amerika Serikat yang sudah menetapkan Hizbullah sebagai organisasi teroris sejak 1990-an, sebuah langkah yang akan memungkinkan Uni Eropa untuk membekukan aset Hizbullah di Eropa.

Reuters | Abdul Manan

No comments: