Skip to main content

Bulgaria: Hizbullah di Balik Pengeboman di Burgas

Sofia - Menteri Dalam Negeri Bulgaria Tsvetan Tsvetanov mengatakan, dua orang yang punya hubungan dengan kelompok militan Hizbullah terlibat dalam bom mobil di dekat bandara Burgas, Bulgaria, yang menyebabkan lima turis Israel tewas Juli 2012 lalu.


Kesimpulan penyelidikan Bulgaria ini akan membuka jalan bagi Uni Eropa untuk bergabung dengan Amerika Serikat yang menetapkan Hizbullah sebagai organisasi teroris, setelah ada hubungan yang terang dalam sebuah serangan ke wilayah Uni Eropa.

"Tiga orang yang terlibat dalam serangan itu, dua di antaranya memiliki paspor asli Australia dan Kanada," kata Tsvetan Tsvetanov kepada wartawan, Selasa, 5 Februari 2013, setelah Dewan Keamanan Nasional Bulgaria membahas investigasi ini.

"Kami telah yakin bahwa kedua orang itu adalah anggota sayap militan Hizbullah," kata Tsvetanov. "Ada data yang menunjukkan hubungan pembiayaan antara Hizbullah dan dua tersangka."

Israel menyalahkan serangan di kota Laut Hitam -yang menewaskan lima turis Israel, sopir warga Bulgaria dan pengebomnya-- kepada Iran dan Hizbullah.

Pemerintah Iran membantah tudingan Israel dan balik mengatakan bahwa Yerussalem yang merencanakan dan melakukan leadakan itu. Hizbullah belum secara terbuka menanggapi tuduhan Israel itu.

Belanda mengatakan Agustus lalu bahwa Uni Eropa harus mengikuti jejak Amerika Serikat yang sudah menetapkan Hizbullah sebagai organisasi teroris sejak 1990-an, sebuah langkah yang akan memungkinkan Uni Eropa untuk membekukan aset Hizbullah di Eropa.

Reuters | Abdul Manan

Comments

Popular posts from this blog

Tegang dan Depresi karena Sutet

Tim PPLH Unair membuktikan, SUTET berbahaya bagi kesehatan manusia. Dampaknya bervariasi: dari pusing kepala sampai gangguan syaraf.

HIDUP di bawah jaringan listrik tegangan tinggi ternyata tak cuma menegangkan. Anda juga berpotensi mengalami gangguan syaraf. Begitulah kesimpulan penelitian mutakhir yang digelar tim Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Airlangga (Unair). Laporan yang dirilis akhir bulan lalu di Surabaya menghidupkan kembali kontroversi tentang dampak radiasi elektromagnet dari jaringan itu atas kesehatan manusia. Dan, menjadi "senjata" baru bagi warga Desa Singosari yang memperkarakan Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) ke pengadilan, karena kawasan permukiman mereka dialiri jaringan tersebut.

Tim yang diketuai Direktur PPLH Dr. Fuad Amsyari melakukan penelitian di Desa Singosari, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur (Ja-Tim). Warga desa itu, sejak tahun 1989 lalu, telah memprotes dan memperkarakan kehadiran jaringan transmisi Saluran Udara…

Yang "Kurang Pas" di Surabaya Post

Surabaya Post berhenti terbit akibat sengketa perburuhan. Toety Azis mengadukan lima karyawannya ke polisi, tetapi ada prospek damai.

BAGI masyarakat Surabaya, membaca Surabaya Post mungkin seperti kebiasaan minum kopi. Terasa ada yang "kurang pas" ketika koran sore satu-satunya di Surabaya itu tidak terbit lagi, sesudah "panutan" di edisi terakhir, 14 Maret. Masih banyak konsumen menanyakan, kapan koran kesayangannya terbit lagi atau kenapa tidak terbit.

"Saya tidak tahu masalahnya. Tapi banyak pembeli yang menanyakan," kata Suhadak, pengecer koran di Jalan Dharmahusada. Suhadak biasanya menjual Surabaya Post 20 eksemplar per, hari. Dengan harga agen Rp 750, ia menjual seharga Rp 1.000. Artinya, ia untung Rp 5.000 hanya dari penjualan Surabaya Post. Sejak koran itu berhenti terbit, penjualan Jawa Pos di kiosnya meningkat, dari 50 menjadi 60 eksemplar per hari.

Mohammad Arif, pedagang Koran eceran di Jalan Karang Menjangan; menyatakan, kini tujuh pelanggan S…

Anwar Ibrahim: Malaysia Kini Seperti Indonesia Saat Reformasi

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, akhirnya menghirup udara bebas setelah mendapatkan pengampunan dari Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V, Rabu lalu. Hal ini menyusul kemenangan koalisi oposisi Pakatan Harapan dalam pemilu pada 9 Mei lalu, setelah mengalahkan Barisan Nasional yang sudah berkuasa 62 tahun. Pakatan memperoleh 113 kursi, Barisan 79 kursi, Partai Islam se-Malaysia 18 kursi, dan lainnya meraih sisanya. Pakatan mengusung Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri ketujuh. Perdana menteri periode 1981-2003 ini pula yang pernah memenjarakannya. Anwar menyatakan masalahnya dengan Mahathir itu sudah selesai. "Biarkan dia memerintah dengan tenang," kata dia dalam wawancara khusus dengan wartawan Tempo, Abdul Manan, di rumahnya di Bukit Segambut, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu lalu, tiga hari setelah pembebasannya dari penjara.